Tahallul: Bukan Sekadar Memotong Rambut, Tetapi Memulai Diri yang Baru
Setelah ihram, thawaf dan sa’i, rangkaian umroh ditutup dengan tahallul—mencukur atau memotong rambut.
Terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat sebuah pesan yang layak dibawa pulang dari Tanah Suci.
Selesainya umroh seharusnya menjadi awal dari kehidupan yang baru.
Sejak mengenakan ihram, kita belajar menahan diri. Saat thawaf, kita mengembalikan Allah sebagai pusat kehidupan. Saat sa’i, kita belajar tentang ikhtiar dan tawakal.
Kemudian sampailah kita pada tahallul.
Rambut dipotong, larangan ihram berakhir, dan kita kembali menjalani kehidupan seperti biasa.
Namun semestinya hati kita tidak kembali seperti biasa.
Ada kebiasaan buruk yang perlu ditinggalkan. Ada kesalahan yang harus diperbaiki. Ada dosa yang sungguh-sungguh ingin kita tinggalkan.
Sebab perjalanan menuju Baitullah bukan hanya tentang apa yang kita lakukan selama berada di Makkah, tetapi juga tentang siapa diri kita setelah kembali ke rumah.
Apakah shalat semakin terjaga?
Apakah tutur kata semakin baik?
Apakah hati semakin mudah memaafkan?
Apakah hubungan dengan keluarga semakin hangat?
Dan apakah kita semakin dekat kepada Allah?
Di Jam Wisata, kami percaya keberhasilan perjalanan umroh tidak berhenti ketika seluruh rangkaian ibadah selesai.
Justru setelah tahallul, perjalanan yang sesungguhnya dimulai:
menjaga nilai-nilai umroh dalam kehidupan sehari-hari.
Karena oleh-oleh terindah dari Baitullah bukan hanya sesuatu yang kita bawa di dalam koper.
Tetapi perubahan yang kita bawa di dalam hati.
Jam Wisata
Setiap Waktu Bernilai Ibadah.

